Persiapan ke Jepang Part 3 (Travelling with Kid)

Well, sekarang kita bahas soal yang perintilan dulu.


Aplikasi Wajib Install
Ini bakal jadi pegangan kalian selama disana. Ramalan cuacanya cukup akurat bahkan mereka punya info detail untuk ramalam cuaca setiap jam nya dalam satu hari itu. So, bawa payung atau enggak bawa payung gak usah pake ngitung kancing ya. Malu sama awan. 💆

Selain urusan payung, ini juga jadi kiblat fashion kalian selama disana. Kalau udah diramalkan hujan, mending outfit tebelin dikit, kalau emang cerah, pakai baju dengan layer tipis, jadi begitu gerah tinggal buka. Pengalaman sih ya, kalaupun hujan cuma sebentar alias gak seharian, mending tetep agak tebel deh karena udara habis hujan itu lumayan bikin bulu semriwing. 

Ini juga penting buat itinerary kalian. Recheck itinerary H-3 hari sebelum berangkat jadi ramalan cuaca ketika kalian disana udah agak lebih akurat. Kalau ada rencana ke Disney Sea/Land bisa disesuaikan dengan ramalan cuaca hari itu. Waktu kami DisneySea ramalan cuacanya bakal hujan sebentar sore sekitar jam 6. Tapi enggak ternyata. At least, kalian bisa liat hujan bakal mengguyur seharian atau hanya sebentar sebentar.

Google Maps
I gotta admit it, ini aplikasi caur banget. Tapi cuma aplikasi ini yang bisa dipake selama disana. Tempat sih gak pernah meleset. Tapi tiap kali pakai google maps kita udah kayak setrikaan nge-hang. 😑 Bolak balik karena salah posisi. 

This app gives you the correct ways how to get from A to B. It can gives you few ways with few rutes and also the range of price to get there. Gue sih suka banget sama aplikasi ini. Untuk gue yang benci map, this is fun and helpful. Boleh dicoba ya.


Well, lanjut.

Jadi sebelumnya gue udah googling sampe berdarah-darah untuk cari tau soal gimana musim semi di Jepang alias spring disana. Terutama urusan baju ya. Karena pertama kali pergi ke negara 4 musim, jadi gue buta banget. Info berarti yang gue dapet bukan dari blog atau artikel yang ngebahasnya too common soal musim semi di Jepang, melainkan dari postingan beberapa selebgram yang kebetulan ke Jepang sebelum kami pergi kesana.

Musim Semi, Spring, Musim Sakura, Peak Season in Japan, you name it.
Jadi kami datang di awal april banget, tanggal 2. Menurut musim disana, musim semi sudah dimulai, cuaca sudah lebih 'hangat' (hangat disini karena mereka baru melewati winter ya, jadi bukan panas kayak di depok). Kami landing sekitar jam 3.30 sore sebenarnya waktu sana. Tapi begitu turun dari pesawat, cuacanya cerah banget. Matahari terik tapi udaranya dingin. Padahal cuma 13 derajat.

Begitu urusan beres, kami baru keluar airport jam 6 atau 7 malam begitu. Itu lumayan menggigit juga dinginnya. Tapi kayaknya masih diatas 10 derajat. Untuk yang biasa tinggal di iklim tropis kayak kita gini, segitu enak sebenarnya, gak basket 😜 tapi bisa bikin masuk angin. 

Saran gue kalau ke Jepang di awal musim semi, siapin aja beberapa overcoat untuk ganti-ganti, jacket, sweater, cardigan, atau outer outer unyuk. Kalau mamak seperti aku terbatas pilihan bajunya, karena iBro masih full ASI and he would asked for it wherever he wanted, whenever he wanted, and he hates that nursing cover idea!!! 😫 So something with buttons or zipper on the front side is absolute. Kalau gak, mamak bisa jadi tontonan orang disana. Karena rata-rata anak anak jepang atau anak anak turis yang kesana kebanyakan bottle-feeding.

Selama 2 minggu disana kemarin, suhu terendah yang pernah kita rasain itu 6 derajat di Mt Fuji (ini sukses bikin tangan suami bergeter pas pegang kamera!) dan sekitar 8 derajat di Tokyo (ini bikin lo kangen rumah - depok hangat sis 😭). Sementara suhu tertingginya 19-20 derajat, itu pun pas pulang dari Osaka. 20 derajat itu cuma lebih ke hangat, enak, tetep gak keringetan koq. Basket dikit lah kalau you musti geret geret koper hampir 1 km, tanjakan pulak 💪. Tapi menurut gue itu lovely day banget.

Suhu dingin akan sangat menusuk terutama kalau hujan seharian. Waktu hujan seharian di harajuku kami gak terlalu kedinginan karena anginnya termasuk rendah. Sementara waktu hujan seharian di Roppongi, gue udah banyak banyak baca doa. Kasian banget sama anak. 😭

Gak usah heran karena ditengah tengah itu semua, kalian masih akan lihat beberapa turis atau cewek cewek muda di Jepang sendiri masih menggunakan rok mini, atasan tipis, only stocking, dan sejenisnya. Jangan samain sama kita, yang ke lembang aja udah pake mantel berbulu. 😒

Dalam satu  minggu disana biasanya ada 2-3 hari dimana udaranya sangaaaaaat dingin. Sepanjang hari dingin. Malam akan sangat lebih menusuk kalbu. Namun, di sisa harinya udaranya sangat bersahabat. Dingin tapi enak. 

Buat yang gak kuat dingin kayak gue, mending siapin sarung tangan. Terutama di Mt Fuji. Sebelum kalian menyesal melihat ekspresi muka kalian di foto yang tampak tertekan banget.


Vitamins, Supplement, or your favourite Essential Oils!
Beda sama Indonesia, Jepang itu negara yang sudah diakui banget kecanggihan public transportation nya. You will be amazed of how they manage them. Jadi, yang namanya macet itu akan jadi pemandangan yang jarang banget kalian lihat. Karena kepemilikan mobil disana pun lumayan sulit ya. Lagian ya, lihat deh di Jakarta. Udah dijalan macet karena mobilnya berjubel pas cari parkir pun akan tambah menyita waktu yang kalian punya (padahal gue salah satunya). Tapi disini, semua lokasi yang jadi tourist attraction sangat mudah dijangkau begitu kalian keluar dari stasiun.

Penting untuk kalian tahu, bukan karena kalian mau ke suatu tempat yang lokasinya di Ikebukuro misalnya, terus kalian harus turun di stasiun Ikebukuro. Check your subway/JR map, your google maps, check to Roma2Rio, kalian akan bisa lihat stasiun yang paling terdekat dengan lokasi tujuan kalian. Lumayan menghemat waktu jalan kaki soalnya.

Kalau dibilang jalan kaki sekitar 3-5 menit itu lokasi emang deket banget. 6 - 8 menit itu deket. 9 - 12 menit itu agak jauh. Diatas 13 itu kalian tutup mulut aja. Jangan banyakan nanya ama temen yang pegang map "masih berapa lama lagi???" karena jawabannya akan selalu "ini udah bentar lagi koq" sembari nunjukkin petanya yang jaraknya gak lebih dari panjang jari kelingking kalian. Zoom in deh, tar juga pingsan lu. 😷

Apalagi buat buk-ibuk yang anaknya susyeeeeh banget disuruh duduk manis di stroller, maunya jalan sendiri di blind pedestrian track, gak maju maju, akhirnya demi kemaslahatan bersama, kalian harus angkut si kecil sepanjang jalan. Apalagi kalau lagi menuju tempat makan. MasyaAllah, cobaannya. Sedia sabar yang banyak, tenaga yang banyak, dan banyakin senyum aja biar enjoy liburannya. Karena jalan kaki sama anak itu juga susah liat sana liat sini, takut anaknya nyangkut dimana gitu. Embak mana embak??? 😭

Suami jangan disulitin juga sih, karena sesungguhnya ngeliat map yang gak nyampe nyampe sambil dorong stroller kosong dan bawa ransel yang lumayan berat itu juga udah sama ribetnya dengan kalian buk-ibuk. Plus, kalian masih rese dengan mintain suami standby motoin kalian. Mulai dari tampak depan, tampak belakang, muka datar, candid, dan sebagainya. 

Ngalor ngidul aja cio. Iya jadi intinya kalian pasti butuh ekstra tenaga, selalu minum suplemen ya. Kalau gue, suami dan iBro kemarin kami udah siapin essential oils dari young living itu loh. Kami cuma bawa dua aja koq. Lemongrass untuk menjaga nafsu makan iBro selama disana dan Thieves untuk menjaga imunitas tubuh. Surprisingly ya, alhamdulilah, kami sehat, fit, ditengah cuaca dingin kami gak kena flu, iBro juga sehat padahal sebulan sebelum berangkat dia kena batuk pilek berkali kali disertai demam!Dan selama disana gue jalan kaki nonstop loh dengan intensitas gendong iBro yang lamaaaa banget (iBro cuma bisa bertahan digendong bapaknya gak lebih dari 2 menit).



That's all for today.
See ya.



0 comments:

Post a Comment

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see