Persiapan ke Jepang Part 2 (Travelling with Kid)

Anak masih tidur.
Ibuk masih bisa lanjut.

Karena hakikatnya, anak melek dan liat layar laptop gak akan tahan untuk gak ikutan mencet keyboard nya. Welcome back mata panda 😳


Airbnb 
Hare gene siapa yang gak tau Airbnb? Alternatif asik selain hotel pastinya. Di Jepang sendiri Airbnb katanya masih legal, makanya biasanya kalau sudah deal, ada banyak rules dari owner nya yang kadang bikin kita geleng geleng kepala. Berasa jadi imigran gelap soalnya. Tapi santai, gak sebegitunya juga koq. Sama kayak harga pampers, makin lembut makin mahal, apato yang disewakan juga makin dekat dengan pusat hiburan makin mahal. Jadi sediakan budget khusus karena meskipun ini cuma soal tidur, tapi jangan sampai kalian dapet Airbnb yang jauh dari huru hara perkotaan. Lumayan sis kalau jalan sambil gendong anak atau gandeng anak yang berhenti setiap semeter sekali.

Sebelum pilih daerahnya, usahakan luangkan waktu untuk cari tahu juga kira kira di lokasi mana yang akan memudahkan kalian selama disana. Waktu di Tokyo kemarin kami ambil apato di Asakusa. Karena Asakusa ini katanya muslim-friendly. Makanan halalnya ada, tapi gak sebanyak yang gue harapkan. Atau itu udah termasuk banyak I don't know either. Masjid untuk solat jumat juga ada, tapi kata suami sih lumayan gempor juga jalannya. Gpp, toh pahalanya makin banyak kan. #jelmaanMamahDedeh

But honestly, Asakusa is a great place. Di Asakusa sendiri banyak tempat yang asik untuk dikunjungi. Misal Senjo Temple, Kaminarimon, Tokyo Skytree, Sumida Park, Sumida Aquarium, dekat juga sama Ueno (kalau di Jepang ukuran dekatnya rata rata masih pake kereta sih, kalau mau jalan kayaknya bisa patah tulang). Kalau ukuran 'dekat banget' nah itu bisa baru bisa jalan kaki.

Oia gak semua Airbnb bisa terima anak kecil, jadi pas lagi hunting jangan sampai baca gak detailnya ya. Amenities nya juga lengkap banget bak kayak nginep di hotel, yang penting infokan aja jumlah orang yang akan menginap. Etapi untuk odol sama sikat gigi bawa sendiri atau kalau mau gampang beli di mini stop/family mart dan sanak saudaranya itu yang tersebar dimana mana.

Kalau kalian liburan tapi butuh banget tv, juga cek detail ya. Karena waktu di asakusa kita dapat tv begitu di Osaka, tv nya adanya di kamar mandi. Lebih racun sebenernya karena mandi jadi lama, padahal ngerti juga kagak bahasanya.

Airbnb di Osaka kemarin dekat banget sama Dotonbori/Dotombori. Surga banget karena deketnya kebangetan. Oia jangan kaget sama apato disana yang emang mini mini banget. Mini tapi super lengkap. Kalaupun lihat digambarnya kelihatannya besar, biasanya begitu masuk kalian ngelus dada dulu. Tapi setelah balik ke jakarta, aku koq merindukan rumah rumah mini itu ya? 😝 Mini kalo di Jepang enak, kalau disini engep kali ya.


Segala Tiket Wajib Beli di Jakarta
JR Pass
JR Pass kita kemarin beli di Jabato juga. Karena harganya cukup kompetitif. Kita beli untuk yang 7 hari aja (ada juga untuk 14 hari dan 21 hari). Karena total stay disana 15 hari, kita bagi 2 kloter. Di minggu kedua baru kita aktifkan. Jadi ketika kalian beli, kalian akan terima print out dalam bentuk A4. Keep aja dulu, sampai nanti kalian mau pakai (fyi, 7 hari terhitung dari tanggal di aktifkan ya). Jadi misal di minggu pertama kalian gak pakai, jangan ditukar dulu. Tukarkan jika besoknya kalian baru akan pakai.

Tukarnya bisa di Narita/Haneda/St Ueno/St Tokyo dan beberapa stasiun lainnya, di JR East Center Office (semoga gak salah). Kalau kami kemarin pas besoknya mau ke Hakone, malam sebelumnya kami ke St Tokyo untuk tukar sekaligus reserve seat nya.

Setelah ditukarkan kalian akan terima JR Pass dalam bentuk kartu pass. Selalu dibawa ya, karena kalau kalian naik JR tinggal tunjukkan kartunya aja jadi gak perlu beli tiket kereta. Gak berlaku buat subway okay.

Kalau kalian pergi cuma sendiri atau berdua aja mungkin bisa go show pas mau naik shinkansen. Tapi kalo family, gue sarankan selalu reserve seat malam sebelumnya. Selain lebih nyaman bisa duduk barengan, jadwal dan jam nya pun udah jelas jadi punya patokan waktu. Untuk reserve seat kalian cukup antri di JR office di St Tokyo. Mudah dan cepat. Secepat shinkansen nya guys. 😍

Wifi Rental
Wifi kami pakai Telecom. Sinyalnya bagus, baterei nya lumayan awet 12 jam-an. Yang wajib menemani wifi nya jelas powerbank. Kalian wajib bawa ya dari Indo. Untuk Telecom Wifi ini kita hanya dapat invoice by email saja. Jadi begitu urusan imigrasi dan bagasi kelar, kalian ke outlet nya (lokasinya biasanya diinfokan juga di email ya) untuk menunjukkan bukti email dan passport. Setelah itu langsung dapat wifi nya dan bisa langsung dipakai saat itu juga.

Pengalamannya aja nih, jangan andelin fasilitas wifi dari Airbnb. Karena punya kami kemarin caur aja. Sinyal lemot gitu. Untuk orang yang buta arah kayak kita, kayaknya gak mungkin kalian lepas dari googling deh. Jadi urusan ini jangan disepelein ya. 1 unit wifi bisa dipakai sampai 10 unit hp/ipad/dsb. Tapi baiknya kalau suka mencar, bawa hiji hiji ya.

Tiket Disney Resort (Disney Sea/Disneyland)
Tiket Disney Sea kami beli di HIS. Harganya paling kompetitif sih kemarin. Sekitar 860k kalau gak salah. Tiketnya dalam bentuk print out A4 juga. Tinggal tunjukkin aja ke petugas Disney nya.

Note :
3 poin ini baiknya beli selagi ada Japan Travel Fair juga. Jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Itinerary
Sahabat terbaik dalam menyusun itinerary adalah PETA JALUR KERETA di TOKYO. Jangan cuma baca baca itinerary orang atau manggut manggut aja disuruh kesono kesini, tapi kalian harus ngerti jalur jalur yang akan kalian lewati di hari yang sama, jadi gak dari sabang sampai merauke terus baliknya musti ke sabang lagi. But, meskipun harus, gak apa apa juga, karena naik kereta disana begitu menyenangkan. You can get lost for minutes, but that makes you feel a real traveller. 😊

Colokan listrik
Ini wajib beli disini lah biar gak ribet cari cari disana. Kalian mau liburan apa mau hunting colokan listrik emang. Bawa lebih dari 1 kalau perlu, untuk charge gadget, wifi, laptop, baterei kamera, powerbank dsb.


Tukar Rupiah ke Yen
Musti bawa berapa ke Jepang? Gini, itung aja untuk transportasi perhari (anak dibawah 4 tahun gak bayar ya) sekitar 1500 yen, makan 2500 yen (pagi onigiri, siang makan enak, malam makan apa aja yang ada 😅), biaya tak terduganya 2000 yen (untuk beli onigiri tambahan/kentang goreng/air minum) jadi total perhari 6000 yen per adult belum ditambah oleh oleh dan lainnya kayak tiket untuk masuk tempat wisata tertentu. Bisa dikurangi lagi kalau kalian gak bawa anak, begitu bawa anak siapkan lebih in case kalian mau makan dengan tenang sambil melemaskan otot panggul dan si kecil bebas seliwiran di dalam resto/kafe. Kebanyakan tempat makan disana ya ampun deh sempitnya. 😖

Karena kemarin kami ke Jepang pas lagi peak season soalnya lagi musim sakura, jadi yen dimana mana habis. Apalagi money changer di Kokas 😅

Oia bawa cash atau mau ambil yen di mesin atm disana it's all yours to decide ya. Kami sih bawa cash. Alhamdulilah aman. Hidup di Jakarta keras men, di Jepang mostly aman, jadi orang kita kalo kesana kayaknya paling bisa deh ngumpetin duit di sela sela mana aja. 😏


Okay segitu dulu untuk persiapan ke Jepang chapter 2 nya, see ya. 😚



0 comments:

Post a Comment

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see