Cerita Tentang Persalinan

Oh Hi, World!



Finally, gw judah lahiran!!!!
2 BULAN YANG LALU!!!!
HAHA.

Semoga cerita persalinan kali ini membawa manfaat bagi yang membacanya. #salim

Jadi due date nya kelahiran si #babymboi ini kalau dari USG jatuh pada tanggal 6 Oktober 2015, semnatara menurut aplikasi andalan di hp, yaitu pregnancy+ (aplikasi ini recommended banget btw) jatuh pada tanggal 9 Oktober 2015. Bedanya kalau hasil dari USG, berdasarkan pengukuran diameter perut janin dll, sementara kalau dari aplikasi dihitung dari HPHT (hari pertama haid terakhir). Namun, sesungguhnya semua hanya prediksi. Pada akhirnya, hanya Tuhan yang tahu.

Nah, gw sendiri lebih suka mengacu kepada aplikasi karena lebih make sense ajah. Waktu itu sebenarnya harapannya bisa lahiran di week ke 38. Segala daya dan upaya udah dilakukan. Senam hamil. Jalan kaki. Nungging. Jongkok. Sampai (sorry vulgar) berhubungan intim. Sampai akhirnya datanglah week yang konon katanya jadi batas akhir penantian kita. Week ke 40. Pernah baca, katanya batasan janin dikatakan siap lahir itu antara week 38 - 42. Sampai 42 kalau kondisi air ketuban dan lain lainnya masih bagus pastinya. Tapi hare gene, siapa juga yang berani nunggu sampe week 42?

Persiapan menjelang persalinan sih ya itu saja (selain doa pastinya), sama pengetahuan dari buku Hypnobirthing karangan Evariny Andriana yang katanya bisa membantu membuat proses persalinan jadi lebih mudah alias tanpa sakit. Beli bukunya di Gramedia, dan bonus CD panduan relaksasi yang sukses dipraktekkan setiap malam.

Tibalah pada saat kontrol yang jatuh tepat pada usia kandungan week 40 + 1 hari. Hari itu datang dengan rencana matang. Kalau belum ada tanda tanda juga, mau ngajuin diri untuk di induksi. Begitu rencananya. Karena dari week 38 kontraksi yang dirasa hanya kontraksi palsu. Rasanya seperti sedang PMS gitu. Pas kontrol dokter menyarankan untuk test CTG untuk melihat interval dan kekuatan kontraksi juga detak jantung bayi. Idealnya, interval harus stabil dan konsisten diikuti dengan kekuatan kontraksi yang mencapai 100%. Detak jantung bayi pun yang baik mulai dari 120 - 160 detak per menit. Saat di test CTG, gw sama suami sempet ngakak waktu susternya ngambil alat yang ternyata adalah BEL untuk ngebangunin si jabang bayi di dalem perut.  Karena gerakan bayi juga harus dihitung. BEL nya berisik gilak. Setiap kali di bel, #babymboi langsung nendang. Emosian kali bayi gw. Haha.

Setelah di CTG, periksa hasil lagi ke dokter dan dinyatakan masih jauh dari tanda tanda persalinan. Dokter langsung bilang untuk "periksa dalam". Kali ini bukan kayak USG transvaginal yang bendanya agak langsing, melainkan langsung pake jari dokternya. Rasanya? Sebel banget. Haha. Tanpa diduga duga, dokter bilang ternyata udah bukaan 3. OH MAN. Langsung dapet instruksi untuk rawat inap. Mekanisme nya gini kalau udah bukaan 3 dan dinyatakan sudah harus masuk ruang bersalin : observasi selama 6 jam, kemudian di CTG lagi, kalau kontraksi gak semakin meningkat dan bukaan gak maju-maju langsung tindakan induksi. 

Oke jadi hari itu tanggal 10 Oktober jam 15.00 masuklah ke ruang bersalin. Observasi selama 6 jam. Dan bener, gak ada kemajuan. Alhasil di induksi di jam 20.00 (gak sampai 6 jam karena dokter udah ngasi instruksi untuk induksi duluan). Dari sini adegan "periksa dalam" makin sering terjadi. Asli setiap diperiksa rasanya sebel banget. Karena gw adalah wanita yang menjunjung tinggi "foreplay". HAHA. #salim

Semaleman sukses gak bisa tidur dan terus merintih kesakitan dengan induksi melalui infus yang ditambah tetesannya setiap jam. Sakitnya sebenernya masih bisa ditahan, kalau saja bisa tidur di tempat tidur yang lebih empuk. Karena semaleman itu tidur di ruang bersalin yang mana kasurnya cukup keras dan bikin badan sakit semua.

Datanglah subuh, tanpa ada kemajuan pembukaan. Stuck di pembukaan 3. Bidan dapet instruksi lagi dari dokter untuk kasih obat pelunak yang dimasukkan lewat dubur. Gunanya katanya biar apanya gitu lebih lunak jadi pembukaan diharapkan bisa lebih cepat. Oia, mulai dari jam 12 malam itu udah mulai keluar flek darah. Anehnya, sejak dikasih obat pelunak itu, efek induksi hilang aja gitu. Kontraksinya memudar dan hilang rasanya. Jadi pagi itu di tanggal 11 Oktober 2015 bidan nyaranin untuk mandi dulu supaya lebih segar. Pagi itu udah mulai stress karena dokter bilang kalau setelah pembukaan 3 maksimalnya bayi bisa dilahirkan dalam 18 jam kedepan atau maksimal besok siang yang artinya gw cuma punya beberapa jam untuk bisa LAHIRAN NORMAL. Karena kata dokter, lewat dari itu harus dilakukan tindakan. Sembari dimandiin sama suami, di kamar mandi nangis dan kekeuh sumekeuh gak mau lahiran sesar. Kenapa? Karena seumur hidup belum pernah di operasi. So, operasi itu jauuuuuh banget dari bayangan di kepala. Tapi suami dengan sabar bilang kalau gw harus bisa pasrah dan mempercayakan sepenuhnya ke saran dokter nantinya. Yang penting katanya, ibu dan bayinya harus selamat. Iya juga sih. Ah iya apa ya. Mami yang ikut nemenin waktu itu malah bilang sesar lebih enak. WATDE

1 jam sebelum 18 jam yang dikatakan dokter, gw sempet sempetnya punya ide untuk sms si dokter cuma buat bilang "Dok, belum maju juga pembukaannya. Masih stuck di 3. Tapi saya masih yakin saya bisa lahiran normal, ditunggu ya Dok, please?" SMS calon ibu yang putus asa. Gimana gak ya, jadi di depan tempat tidur gw itu ada gunting yang diperuntukkan entah untuk apa (sok gak mau tau), dari awal masuk ruang bersalin udah gak tenang gara gara tuh gunting, nonton TV pun juga jadi gak nafsu. Ini lagi suruh bayangin sesar. Kenapa juga ngotot gak mau sesar, karena selama kontrol kehamilan gw dinyatakan sehat sehat aja tanpa ada hambatan apapun.

Akhirnya sang dokter datang juga. Ketika diperiksa entah gimana atau untuk naikkin semangat gw lagi, dokter bilang bukaannya sudah lebih besar dari terakhir diperiksa di poli klinik (padahal bidan sebelumnya kekeuh bilang bukaan stuck di 3). Bayangin, sepanjang malam, sampe ganti 3 kali shift dan lebih dari 5 orang bidan dengan ukuran jari yang beda beda bilang bukaan masih aja di angka 3. Happy banget waktu dokternya bilang begitu artinya sang dokter setuju untuk "menunggu". Waktu itu  jam 9.30 pagi, setelah ditinggal dokter dengan instruksi ke bidan tambahin lagi tetesan untuk induksinya, gw dan suami memutuskan untuk tidur berdua di tempat tidur karena capek banget. 

Baru mau tidur, eh tiba tiba ada suara "plug" kayak balon isi air dipecahin gitu. PECAH KETUBAN sodara sodara. Suami langsung manggil bidan diluar. Rasanya setelah pecah itu langsung sakiiiiit banget kontraksinya. RUAR BIASA. Bidan masuk dengan bawa diaper segede gede gaban dan bilang kalau mulai saat itu kencing pun harus ditempat tidur. Geli? Iya. Tapi udah gak kepikiran secara kontraksinya makin sakiiiit. Dalam hitungan beberapa menit, rasanya kayak pengen kentut. Sebenernya bias sih. Antara kentut sama pengen BAB yang pada akhirnya gw simpulkan, IYAK GW PENGEN NGEJEN. Gw bilang sama bidan, gw minta dokternya dateng. Feeling gw waktu itu udah gak enak. Asli. Pengen kentut. Tapi takut bayinya keluar. Itu aja di kepala gw. Kontraksi makin sakit sementara bidan tetep ngelakuin CTG yang mana sangat mengganggu bagi gw tapi sangat berguna untuk memastikan bayi dalam keadaan stabil. 

Dokter masuk lagi, periksa dalem lagi. Dan, bukaan 7! Pantes. Sakitnya koq beda. Setelah itu mulai lah meracau gak karuan. Bukan berisik yang buang buang energi gitu ya. Cuma berkali kali bilang "Suuuuusss, saya mau ngejeeeen". Dan suster dengan tenangnya menjawab "Ibu ikut senam hamil kan Bu ya? Tarik nafas yang panjang ya Bu". Makasih sus, suster udah ingetin saya banget. Kalau ternyata, gak ada gunanya saya senam hamil. Huhuhu. Sebisa mungkin tetep menerapkan teknik bernafas yang dalam dan tenang. Tapi masyaAllah susahnya. Sampai akhirnya dokter masuk lagi dan bilang "Doooook, saya mau ngejeeeeen". Dan dokter bilang "Iya bu, ngejen aja Bu, inget ya Bu, ngejen ketika rasa mulasnya dirasa paling sakit".

Seketika bingung. Koq boleh ya. Giliran dibolehin malah ketakutan sendiri. Ternyata setelah dipantau bidan selama kontraksi itu, bayi belum juga mau turun dan posisi kepala kata dokter memang gak simetris. Karena kalau dokter pegang, yang dipegang bukannya ubun ubunnya melainkan miring sedikit. Begitu katanya. Takut tapi tetep yakin. Lha wong udah bukaan 7. Maju terus pantang mundur.

Setelah pergulatan sengit, dan kekuatan mengejen yang semakin melemah ditambah si jabang bayi yang gak mau turun, sementara pembukaan udah lengkap akhirnya dokter putuskan persalinan dibantu dengan VACUUM. Dan bener yang orang orang bilang, kontraksi itu hilang seketika begitu si bayi lahir!!! Mejik. Dapet banyak jahitan dan gak sakit sama sekali selama prosesnya. Dokter bilang bayinya gede, daya rusaknya bukan main. Haha.

Jadilah ini cerita persalinan normal dibantu vacuum dengan jahitan yang super banyak.

Rasanya? LEGA.

Ini kamar bersalin VIP di RS Hermina Depok. Dan disinilah semuanya terjadi hihi.

liat kan guntingnya??? 



Beberapa hal yang bisa gw share buat yang sedang menunggu waktu persalinannya :

1. Senam hamil lah serajin rajinnya. Gw 4 kali ikut senam hamil. Meskipun pada kenyataannya sangat sulit menerapkannya karena rasa sakit yang ruar biasa, tapi setidaknya kalian masih punya usaha untuk menerapkannya. Yang mana menurut gw itu penting sih. Kali kali aja gagal di gw berhasil di kalian :))

2. Pelajari teknik relaksasi dari hypnobirthing. Tentang hypnobirthing bisa googling sendiri ya. Again, meskipun kenyataannya gagal melalui proses "Melahirkan Tanpa Rasa Sakit" yang digadang gadang di cover bukunya, still, itu berpengaruh banyak di pikiran. Semakin baik memasukkan afirmasi positif di dalam pikiran, semakin tenang pula ketika proses melahirkannya nanti.

3. Trust your instinct. Kalau percaya bisa normal (bukan ngotot mau normal ya), then keep it in mind. Kalau percaya lebih baik sesar, maka gak usah nunggu lama lama sampai kontraksi datang. Rugi. Hahaha.

4. Percayalah, ketika kalian berjuang untuk mengeluarkan si kecil, si kecil pun sedang berjuang untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Jadi, ngejenlah sekuat kuatnya :))

5. Pelajari cara ngejen yang benar. Bisa didapat saat senam hamil. Beda instruktur beda metode ngejennya, tapi umumnya sama. Ngejen yang salah hanya akan menguras tenaga. Dan puncak dari segala rasa sakit itu ada pada saat menit menit persalinan itu terjadi.

6. Jaga pikiran. Semua kuncinya ada di pikiran. When you think you lose, then you will lose. Ketika fisik udah mulai merasa capek karena proses ngejen dan kontraksi yang kian dahsyat, yakinlah bahwa kalian masih kuat dan semua akan berakhir hanya dalam waktu beberapa menit kedepan.

7. Ketika mau meracau, meracau lah yang bagus bagus aja. Haha. Kalau di agama gw, kalian bisa berucap istigfar. Trust me, lebih berguna ketimbang ketika gw bilang "Suuuuusss, rasanya kayak mau kentuuuuut" :)) Bahkan ketika akhirnya gw berucap istigfar, bidannya bilang "bagus bu!istigfar saja".  Bidan juga bingung jawab apa kalau pasiennya bilang mau kentut bukannya mau ngejen.

8. Periksa dalam. Ini adalah aktivitas yang akan sering kalian alami. Dan bidan ataupun dokter gak punya waktu untuk kalian melakukan foreplay atau bahkan melemaskan otot otot vagina. Tapi percayalah, ketika bidan masuk, dan kalian tahu mereka mau periksa dalam, baiknya kalian manfaatkan setiap detiknya untuk memasukkan pikiran "okeeeee, jangan dilawan, lemesin ajaaaa" :))

Sementara itu dulu sih, kalau ada tambahan nanti bisa di update lagi.
Selamat melahirkan.



Salam Kegel :))

3 comments:

  1. Ngakak sendiri baca ini.. 😂😂😂😂
    bedanya klo di aku pas ngelahirin begitu dikasih tau bukaan lengkap langsung bangkit semangat 45 malah jd ga berasa sakit lagi langsung ngeden.. 😂😂😂

    Dan samaaa selalu klo pas periksa dalem bilang "gamau periksa dalem sus, sakiitttt!!!" Eh pas yg meriksa dokternya ga sakit! 😂😂😂😂
    alhamdulillah rajin senam hamil dr 7 bulan seminggu sekali, di aku ngaruh banget selama kontraksi selalu pake nafas cepet tiup jd ga sempet ngeromet mulutnya sibuk tiup2 aja..

    ReplyDelete
  2. SUMPAH AKU NGAKAK SENGAKAK NGAKAKNYA BACA POSTANNYA...
    aku lagi di 28 weeks neh. udah mulai begah perutnya, nafasnya mulai aneh tapi berusaha dinikmati aja sih.
    lagi banyak cari info tentang gimana rasanya persalinan.
    Insyallah mau berjuang untuk persalinan normal juga. lagi banyak browsing tentang hypnobirthing jg, belajar sendiri tapi. begitu juga prenatal yogaa coba sendiri sambil browsing.
    semoga hasil browsingnya bisa berguna nanti pas lahiran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Yunita!
      Berarti sekarang sekitar 32 weeks ya???
      Sehat terus ya calon ibuk! Semoga bisa ngebantu dikit buat kamu yaaaa muaaacchh!

      Delete

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see