Tentang : Dokter Aris Wahyu Probotrianto, Sp.OG

Setelah sebelumnya dinyatakan keguguran oleh dokter perempuan (yang katanya favorit) di Hermina Depok dan mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan, akhirnya saya kembali ke rumah sakit yang sama dan kembali ke dokter yang pertama kali saya temui (sewaktu saya belum hamil) disana.

Tidak butuh menunggu lama berhubung dokternya dokter cowok. Awalnya sempat pindah ke dokter lain dengan alasan kenyamanan, tapi ternyata intuisi membawa saya kembali mengunjungi dokter cowok ini. Kali ini dengan alasan : KEPUASAN.

Namanya Aris Wahyu Probotrianto, dr, Sp.OG saya memanggilnya Dokter Aris. Kali ini ditemani suami (alhamdulilah wasyukurilah). Saya masuk dan agak sungkan sebenarnya ketemu dokter ini lagi setelah sempat meng-underestimate beliau cuma karena pertama kali saya kesana (dengan alasan yang tidak kuat yaitu ingin memeriksakan kondisi rahim) sang dokter menceramahi kami karena menganggap kami over worried. Padahal nyeramahinnya pun asyik.

Kami (lebih tepatnya saya - karena suami is not a good story teller) menceritakan kronologis pengalaman kehamilan sampai keguguran saya dan datang dengan bermaksud memeriksakan kondisi rahim apakah sudah bersih atau perlu tambahan obat peluruh janin lagi. Dokter Aris langsung memeriksa saya lewat USG. Karena pembawaannya yang kebapak-an, ketika dicek saya tanya dengan muka sedih "Dok, kira kira kenapa ya bisa keguguran?", dan jawaban dokter kala itu sungguh sungguh menenangkan hati. 

Dokter menjawab, "Berarti Tuhan masih sayang sama Ibu, sama anak Ibu".
 "Karena Tuhan tahu, kalau diteruskan kemungkinan besar bayinya akan lahir dengan kekurangan dan proses kehamilannya pun jadi berat untuk Ibu", sang dokter meneruskan.

Disitu saya merasa begitu tenang. Begitu lega. Dan begitu bahagia.
Bahagia karena Tuhan masih sayang sama saya. Bahagia karena Tuhan masih sayang sama bayi saya.

Bukan bermaksud men-Tuhan-kan dokter. Tapi begitu banyak pertanyaan "kenapa bisa keguguran" disertai dengan asumsi asumsi dini tanpa cukup pengetahuan dari begitu banyak orang diluar sana. Saya sendiri menolak untuk bertanya tanya dan terlalu sibuk menangisi anak saya yang tidak bertahan lebih dari 6 minggu tersebut.

Saya merasa mendapat jawaban dari Tuhan melalui Dokter Aris. Setelah dinyatakan rahimnya sudah bersih karena saya juga sudah berhenti keluar darah setelah 10 hari sejak keguguran, dokter Aris mengajak saya dan suami mengobrol. Saya terus menanyakan pertanyaan pertanyaan yang sama dangkalnya dengan ibu saya (nyengir), seperti kemungkinannya apakah dari naik turun tangga, berkendara dengan motor, dan lain lain. Dokter Aris gak berhenti lagi menenangkan hati ini dengan suara pelan dan lembutnya beliau menjawab,

"Keguguran di trimester pertama memang rawan terjadi, kita gak pernah tahu pastinya kenapa. 
Tapi bukan seperti yang Ibu sebutkan tadi, itu semua hanya menyumbang dari sekian banyak faktor keguguran dan hanya sebesar 1% saja. Sebab yang paling sering adalah proses pembuahan yang tidak sempurna, akibatnya janin tidak bisa bertahan lama, atau ada kelainan kromosom yang sekali lagi penyebabnya bukan Ibu, bukan Bapak, atau siapapun. 
Tapi semata-mata karena Tuhan sayang sama Ibu. Sudah itu saja."

Wah. Wah banget.
Rasanya seperti siap move on banget.
Ada lagi, baca ya :D

"Jangan pikirkan soal motor, jaman sekarang motor itu sudah jadi kendaraan kita sehari-hari, apalagi naik turun tangga. Tuhan sudah kasih anak, ya Dia akan jaga kalau memang Dia mau. Sabar saja. Jaman dulu orang itu hamil kemana-mana naik kuda. Ibu ibu cari rumput, habis itu digotong kerumah. Lahir lahir saja. Normal bahkan."

Inilah hari dimana saya benar-benar merasa mendapatkan faktor KEPUASAN yang gak bisa dibeli dengan hanya dikenal sebagai "dokter favorit". Sungguh berbeda dengan pengalaman dengan dokter cewek favorit itu yang dikenal dengan antriannya. Pengalaman saya sangat buruk. Saya masuk keruangan dan dinyatakan "sudah bersih, sudah gak ada isinya lagi" seperti saya ini sedang datang ke praktek aborsi saja. Tidak ada motivasi, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari dokter. Bahkan saya yang kala itu datang sendiri pun, dia juga tidak peduli perasaan saya. Saya jadi bingung, masa cuma karena perempuan dan kita nyaman diobok-obok sama perempuan (sejenis) lantas menyandang predikat "favorit"? 

Buat saya, favorit itu Dokter Aris. Me-manusiakan pasien.

Kalau kata ibu, ibu mertua dan suami saya, dokter cewek itu bisa jadi melakukannya dengan sengaja. Karena sudah terlalu banyak pasiennya. Jadi dia sengaja cuek supaya si pasien (yang memang statusnya belum jadi pasien tetap ini) tidak kembali lagi. Tapi saya sangkal dengan pendapat saya, "oh ya? Kalau memang benar, sayang sekali, dia harus merelakan nama baik dan integritasnya di mata pasien (seperti saya)". Kalau saya yang jadi dokter sih, saya gak akan melakukan hal yang serupa, terlebih lagi kondisi pasien sedang keguguran. Tapi ini hanya asumsi dari ibu, ibu mertua dan suami saja sih. Semoga tidak benar adanya.

Prinsip saya, utamakan kepuasan diatas kenyamanan. 
Nyaman belum tentu puas. Puas sudah pasti Nyaman.



29 comments:

  1. Hi, Cio! Salam kenal.
    Kebetulan saya lagi cari-cari dsog di daerah depok.
    Boleh dibisikin dokternya siapa yang di hermina itu? Hasil gugling ngebawa saya ke nama-nama favorit, jadi pengen tau pengalaman yang "berbeda" dari kamu.
    Dokter Aris itu praktek dimana ya?
    Terimakasih.
    Nana

    ReplyDelete
  2. Hi Nana! Salam kenal juga!

    Dr Aris Wahyu itu juga di Hermina Depok. Sabtu dia ada jadwal praktek. kalo gak salah start jam 8. Kalo dokter cewek yang aku maksud kamu akan tahu dengan sendirinya begitu sampai sana dan melihat banyaknya antrian di dokter itu.

    Semoga suami gak keberatan dengan dokter cowok ya. Yang jelas aku udah pernah ke 2 dokter cewe, dan 1 dokter cowo (si dokter Aris itu).

    Sedang mengandung kah? Yang sehat ya kamu dan dedek nya...

    Ciao.

    ReplyDelete
  3. Cio, thanks atas responsenya. Wahh kamu tau banget kalo soal dsog ini rada gontok-gontokan ama suami..haha. Aamiin..belum hamil kok hehe. Cuma pengen cari second opinion aja. Sekali lagi, Thanks ya.

    ReplyDelete
  4. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=777900772290528&id=100002118382801

    ReplyDelete
  5. pas nemunya halaman ini, kebetulan lagi googling nama dokter ini karena baca postingan di FB:

    https://www.facebook.com/mehong/posts/777900772290528?fref=nf

    mana yang benar, ya.

    ReplyDelete
  6. hi mbak cio, apa saya bisa lihat foto dokter wahyu? :)

    soalnya teman saya ada yang share sangat menyakitkan tentang beliau. Saya googling namun malah terdorong untuk mampir ke blog anda :)

    ----

    Perlakuan yang tidak meng enakan dari Seorang Dokter (dimanakah kode etik dokter itu ?)
    Kronologis :
    Istri saya sedang mengandung dan kami adalah peserta BPJS, untuk periksa kandungan prosedur BPJS adalah memeriksakan ke Faskes 1 (fasilitas kesehatan) dan setelah menginjak kandungan 8 bulan (32 minggu) faskes 1 yg notabene adalah polyklinik umum (ditangani oleh dokter umum) memberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan ulang ke bidan yg bekerja sama dengan BPJS.
    Namun mengingat Istri saya mempunyai riwayat IUFD (janin meninggal dalam kandungan) sebanyak 2 kali, pertama pada tahun 2008 anak pertama diusia kandungan 36 minggu, dan yang kedua pada tahun 2012 anak ke tiga di usia kandungan 28 minggu, maka untuk mengambil aman nya kami memeriksakan kandungan ke Polyklinik kandungan yg tidak bekerja sama dengan BPJS yang ditangani langsung oleh dokter SPOG, menginjak usia kandungan 34 minggu Dokter memberikan warning bahwa kondisi Janin masih sungsang dan air ketuban jumlah nya sedikit, maka Dokter memberikan warning untuk kesiapan dana yg harus kita siapkan untuk melakukan bedah Caesar. Lalu kami menjelaskan bahwa kami adalah peserta BPJS, dan Dokterpun memberikan catatan tentang kondisi kandungan istri saya pada buku kontrol periksa dan menunjukannya pada dokter umum di faskes 1 yg tertera pada kartu BPJS istri saya dengan memberikan note (lisan) bahwa pada minggu 35/36 harus segera terdaftar di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS untuk melihat kondisi janin/kandungan istri saya, (melakukan pemeriksaan lanjut),
    Tersebut tanggal 6 januari kami melakukan pemeriksaan ke dokter faskes 1 yang tertatera pada kartu BPJS, setelah melakukan konsultasi sekaligus memberikan buku catatan control dokter SPOG Polykilinik tempat biasa kami periksa, dokter faskes 1 memberikan rujukan RS yang bekerja sama dengan BPJS (RSIA Hermina Depok – jl. Raya siliwangi no 50 Depok) di hari yang sama kami langsung menuju RSIA Hermina Depok dan pada pukul 15:00 kami melakukan pemeriksaan oleh Dokter SPOG di RSIA Hermina (Aris Wahju. SPOG)
    Kontak pada pukul 15:00 masuk ruangan Dokter :
    Saya (suami) : “selamat sore Dokter”
    Dokter : dengan tidak membalas sapaan saya dan menatap miris kepada kami dengan memegang data dan surat rujukan dari faskes 1 langsung bertanya :
    :” Kondisi nya giman/kenapa ini kok bisa dirujuk kesini ???”
    Saya (suami) : sambil memberikan buku catatan Periksa/control istri saya di Polyklinik umum oleh dokter SPOG, “ini dok’ ada catatan kondisi periksa rutin di dokter tempat kami periksakan kandungan”
    Dokter : dengan nada tinggi dan sambil menepis buku itu tanpa melihat/membaca isinya terlebih dahulu. “saya tidak mau tau dan baca isi nya itu apa !!, saya , saya mau tau dari cerita langsung, alasannya apa kok bisa di rujuk kesini !!!”
    Saya (suami) : karena kaget dengan reaksi dokter tersebut maka saya jawab dengan sedikit gugup “ya kurang tau Dok’ saya hanya mendapat rujukan ke RS ini dari Faskes 1, setelah dokter faskes 1 membaca buku catatan periksa istri saya di Dr.SPOG Polyklinik umum”

    -----

    selengkapnya — lovely mehong di : https://www.facebook.com/mehong/posts/777900772290528

    ReplyDelete
  7. bagai mana dengan yg disini?
    https://www.facebook.com/mehong/posts/777900772290528?fref=nf

    ReplyDelete
  8. Wah, sepertinya bertolak belakang dengan pengalamannya Bapak Lovely Mehong peserta BPJS. https://www.facebook.com/mehong/posts/777900772290528
    Mungkin dokter ini hanya ramah kepada yang bukan peserta BPJS...

    ReplyDelete
  9. https://www.facebook.com/mehong/posts/777900772290528?fref=nf&pnref=story

    How about this..?? Tidak pantas & tidak beretika.....

    ReplyDelete
  10. Selamat Malam,


    Sebelumnya terima kasih sudah mampir dan memberikan komen di blog saya.
    Kebetulan mengenai ini suami saya pun sudah mengirimkan link nya tadi siang dan saya sudah baca seperti yang saudara Kaze tulis diatas.

    Pertama-tama bagi keluarga Bapak Lovely Mehong, saya turut menyesal jika kejadian ini benar-benar menimpa Bapak dan keluarga. Apa yang ada di blog saya, sudah saya posting sejak lama bahkan mungkin sebelum kejadian ini terjadi. Semua yang saya tulis asli dan murni dari pengalaman langsung saya dengan dr Aris Wahyu. In shaa Allah tanpa ada sedikit pun yang ditambahkan atau dikurangi.

    Kalau saya pribadi ditanya mengenai mana yang benar tentang dr Aris Wahyu, saya menjamin 100% yang saya tulis nyata adanya. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menjamin semua yang ada diluar tulisan saya ini. Kalau ditanya pendapat saya mengenai cerita tentang dr Aris seperti yang ditulis oleh Bapak Lovely Mehong, saya jelas kecewa. Karena saya juga pernah jadi pasien, jadi sedikit banyak saya bisa menempatkan diri saya di kondisi tersebut. Namun, jika pertanyaannya bagaimana pendapat saya mengenai dr Aris sendiri, saya tetap dalam jawaban saya puas dengan pelayanan yang dr Aris pernah berikan kepada saya. Karena pengalaman itu saya alami sendiri. Secara langsung dan selama dua kali konsultasi saya dengan dr Aris. Memang pada saat itu saya datang bukan sebagai peserta BPJS. Jadi, mengenai perbedaan perlakuan antara peserta BPJS dan peserta non BPJS, saya sama sekali kurang tahu.

    Saya harap selalu ada hikmah yang bisa kita petik dari kejadian ini.


    Salam,
    Cio

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggapan sis Cio sangat bijak,.
      Satu pengalaman dengan pengalaman yg lain tentu akan berbeda,. mungkin saja pada kasus sis Cio dokter tersebut dlam kondisi nyaman, lain hal dengan kasus Bp LM bisa saja kondisinya tidak nyaman, (nyaman/tdk nyaman bisa dianalogikaan sendiri). dari kasus ini bisa ambil hikmah salah satunya kita jadi tahu karakter sebenarnya...kebetulan sy dari lingkungan kel kesehatan di desa, (ortu pensiunan mantri desa, kakak bidan, kaka satu lagi Ka Uptd Puskesmas, cuma sy saja yg bukan kesehatan). apapun kasus / kondisi nya mestinya seorang dokter harus megang teguh kode etik terlepas dari cerita pak LM benar atau tidaknya..sy msh inget ketika ortu sy nyuntik hanya dibayar ucapan terima kasih (haturnuhun pak mantri hapunten abdi teu acan gaduh artos : sy msh inget) setelah perlajana jalan kaki berkilo" . Memang betul dulu sekarang lain jamannya,.. tetapi balik lagi seorang profesi dokter atau pelayan kesehatan harus tetap memegang teguh kode etik nya,.tetap ikhlas membantu sesama dan sabar... ini sekedar share aja tdk ada maksud apa"

      Delete
    2. Semoga semua orang yang sudah memilih untuk berprofesi sebagai dokter mempunyai empati terhadap semua pasiennya, baik yang mampu maupun yang tidak. Peserta BPJS ataupun bukan adalah manusia juga. Memanusiakan semua manusia, bukan hanya manusia yang mampu membayar dengan jumlah yang memuaskan saja. Prihatin dengan kejadian ini.

      Delete
  11. sama... sy pun kepengen tahu wajahnya si dokter jahat itu... malah mampir kesini :)

    ReplyDelete
  12. Sudah dijawab langsung nih oleh Hermina di thread komentar link yang sama:

    Hermina Depok Hospital
    Terima Kasih atas masukannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan Bapak/Ibu,
    Kami dari Managemen Hermina Depok sudah menindaklanjuti kejadian tersebut
    sesuai dengan prosedur Rumah Sakit. Bapak/Ibu akan Kami hubungi.

    Lovely Mehong
    Terimakasih atas perhatian yang Management Hermina Depok Hospital berikan
    maksud dam tujuan saya memposting ini adalah untuk menjadikan contoh baik bagi
    pasien yang akan diperiksa maupun Para Dokter sehingga hal ini tidak terjadi atau
    terulang kembali sebagai mana kita tau bahwa hal ini adalah hal yang sangat diluar
    kewajaran pada semestinya... agar semua ini bisa berjalan sebagai mana
    semestinya tanpa ada yang merasa di rugikan baik moril maupun materill ...


    ReplyDelete
  13. Dokter manusia juga, ada yang baik, ada yang baik sebab sesuatu, ada yang pura pura baik, yang jahat dan bengis juga ada seperti kejadian Lovely Mehong di Hermina Depok Hospital. Seolah dia lupa saat mengucap sumpah dokternya.

    ReplyDelete
  14. Ada 2 versi cerita yg bebeda mengenai dokter Aris, bisa jadi kedua cerita itu memang benar terjadi. Karakter orang tidak mudah diduga, mungkin saat LM cek dengan Dr. Aris..moodnya sedang baik, tapi malang bagi yang dialami pihak satunya.
    Tapi harusnay namanya Dokter itu pekerjaan mulia, intinya melayani baik dalam keadaan emosi baik dan buruk tetap memberikan pelayanan yang maksimal.
    BPJS ini memang kisruh....korban sebenarnya yaa bukan dokter atau pemerintah, tapi kembali lagi yaa rakyat yg menggunakan BPJS tersebut.

    ReplyDelete
  15. Masalah ini akibat dari gesekan kebijaksanaan pemerintah yg memaksakan program bpjs. Seharusnya di bpjs harus ke puskesmas dulu, dr rujukan yg kerja sama dengan bpjs itu sendiri. Tapi di kasus bpk Mehong beliau membawa rujukan dari luar bpjs, dan kurang bijaksanya sang dokter dia langsung emosi.

    ReplyDelete
  16. assalaamu'alaikumuwarohmatulloh

    Maaf sudah bikin ke gaduhan di blog ini kakak :( | saya sendiri sih hanya ingin tahu wajah beliau saja, namun sebenarnya tidak begitu penting juga :)

    mengenai testimoni memang sih tidak buruk yang satu tidak berarti jadi buruk semuanya, semisal saya membeli cendol dengan rasa yang manis pada seorang pedagang cendol dan saya sangat suka, tapi suatu ketika ada yang membeli cendol tersebut namun tiba2 pahit dan dia benci, saya pun tidak berarti harus ikut2an membencinya, begitu pun teman2 yang lainnya :)

    saya mohon maaf jika ada salah dalam bertanya di blog kakak, ini terdorong karena keingin tahuan saya kepada beliau, juga Di Mesin Google Nama dokter yang sekarang lagi booming dikatakan miring di sosial media, ternyata yang di page 1 dan di postingan teratas adalah blog kakak :)

    saya awalnya kesini dengan penuh harap bisa melihat yang mana sih dokter tersebut namun ternyata tidak ada....

    sekali lagi maaf kakak.

    Salaam Ukhuwah
    Kaze

    ReplyDelete
    Replies
    1. walaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.

      Hihi gpp Mba Kaze, segala sesuatunya mungkin terjadi. Saya juga sangat prihatin dengan berita ini. Sedih rasanya kalau benar itu terjadi. Semoga ada hikmah yang selalu bisa kita petik dari kejadian ini.

      Salam,
      Cio

      Delete
  17. Yang beda donk , bayar sama gratis hehe

    ReplyDelete
  18. BPJS ngga gratis lho... kan kita tip bulan bayar iuran, dan tidak tiap bulan kita gunakan BPJSnya... Jadi sebenernya sama aja kan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yg kalian bayangkan itu g sesuai kenyataan . Kalian byar mahal di bpjs . Tp hnya brp persen yg diberikan ke dokter ? Brp yg kalian bayar ? Yg diberikan ke dokter hanya 2000 rupiah !! Itu harga yg sama dgn tukang parkir . Byangkan kalian dituntut bekerja siang malam dgn playanan maksimal tp 2000 rupiah .. bhkan uang saku anak kalian lebih dr itu .. masihkah kalian mnuntut keras ini kslahan dokter ? Pasien punya hati tp dokter juga punya hati.

      Delete
    2. Intinya duit

      Delete
  19. Sebaiknya seorang dokter menyampaikan penjelasan yang tidak berpotensi membuat pasien merasa tidak puas, sehingga hati pasien merasa amat puas atas penjelasan dokter. Sangat disayangkan hanya karena sedikit kata dari mulut dokter yang tidak memuaskan, merusak reputasinya sebagai dokter favorit. (dr. Habel Marthen Ndoen, Konsultan MedikoSpirito-Domestik, Kota Kediri, Jawa Timur. Email: habelmarthen@gmail.com. HP: 085732867921).

    ReplyDelete
  20. Ternyata emang dokter aris ini lumayan jadi favorite yah.. di fb dan akhirnya bisa sampe sini.. makasih banyak sis ceritanya.. bisa buat rekomen ke kakak yg lagi hamil nih.. hehehe

    ReplyDelete
  21. Bener itu bun, aku di sarankan dgn dr cwe yg katanya rekomen di hermina depok, janjian dgn dokter tsb susah sekali, akhirnya jodoh dr untuk pemeriksaan anak sy dgn dokter aris wahyu. Alhamdulillah jawaban2 dr pertanyaan sy dan suami sangat cukup puas. Dokternya sangat santai tenang pokoknya recomended..

    ReplyDelete

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see