Keguguran



Memutuskan untuk menceritakan ulang kejadian ini semata mata untuk kalian yang mungkin penasaran seperti apa kejadiannya, tanda-tandanya, dan sebagainya.

Barangkali juga, bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari teman yang bernasib sama yang juga mengalami keguguran seperti yang gw alami.

Dan semoga, cerita ini tidak akan berdampak negatif bagi kalian yang sedang mengandung anak pertamanya.

6 September 2014.
Gw dan suami pergi kerumah mertua dari Depok menuju Cijantung sekitar jam 3 sore. Waktu itu merasakan sakit di perut bagian bawah. Sakit nya persis seperti mau mens alias PMS. Sakitnya datang dan pergi. Sesudah sampai dirumah suami, rasa sakitnya masih terasa beberapa kali. Sempat juga bilang ke suami, karena sakitnya sedikit gak nyaman dan "mencurigakan". Tapi suami masih terus menenangkan. 

Setelah itu kami menuju Kokas. Karena terjebak macet, kita putusin untuk solat di pom bensin. Sebenarnya perut masih sakit dan semakin sakit dalam perjalanan menuju Kokas. Tapi gak cerita banyak ke suami karena gw juga gak mau berfikir apa apa. Sampai di pom bensin, gw sengaja masuk toilet untuk ngecek dan ternyata benar. Keluar flek. Sekitar 1 tetes.

Sewaktu di Kokas justru gw merasa membaik, atau mungkin gw sedang menikmati aja jalan jalan sama suami di mall. Tapi disitu ada yang berbeda memang dan gw sepenuhnya menyadari itu. Semenjak hamil, gw jadi gak betah lama lama di mall. Mungkin ini satu dari sekian banyak gejala kehamilan yang awalnya gw rasakan. Gw memang suka banget nge-mall. Semenjak hamil gw jadi pusing sampe keliyengan kalo jalan di mall dan melihat banyak warna dan lampu. Tapi hari itu, entah kenapa rasanya koq kepala enak aja dibuat jalan jalan. Tapi buru buru gw tepis perasaan itu terlebih lagi gw jadi menyadari bahwa gw sedang mengalami flek disertai sakit di perjalanan ke Kokas. Malamnya flek nya keluar lebih banyak 2 sampai 3 tetes kalo dilihat. Semua masih disertai sakit perut yang sesekali datang.

7 September 2014.
Hari itu sudah berencana akan datang pagi pagi sekali ke acara lamaran teman, Anny dan Dimas. Waktu pagi bangun langsung ngecek karena merasa kuatir banget. Ternyata sepanjang tidur malam udah gak keluar lagi fleknya. Suami yang tadinya udah ngelarang dan sempet gontok gontokan soal pergi dan gak pergi akhirnya mau nemenin gw ke rumah Anny. Meskipun waktu dirumah merasa pusing dan gak fit, tapi akhirnya kami paksakan pergi. Belum jauh dari rumah, eh sudah balik lagi. Pusingnya makin hebat dan rasa sakit di perut itu muncul lagi tiba tiba.

Balik kerumah sekitar jam 9 pagi. Pulang langsung cek lagi dan ternyata keluar lagi fleknya. Disitu langsung bed rest. Sekitar jam 12 siang akhirnya memutuskan untuk ke Hermina Depok. Gw gak tau kalau dokter kandungan gak ada di hari Minggu. Dan bodohnya pun, gak tau juga kalo sebenarnya gw bisa ke UGD supaya ditangani lebih lanjut. Jadi kami memutuskan untuk ke Mitra Keluarga dengan harapan ada dokter kandungan disana. Tapi ternyata pun gak ada juga. Disitu gw ke toilet karena pengen pipis. Pas di toilet gw cek, ternyata ada sekitar 2 tetes darah segar. Nangis.

Nangis sekejer kejernya. 
Untung gak ada orang. Disitu gw udah lemes. Gw cuma berdoa semoga Allah kasih yang terbaik buat gw. Keluar dari toilet gw ceritain ke suami. Keluar pintu rumah sakit sampe jalan menuju parkiran, gw nangis makin kejer. Sampe mobil, tangisan gw pecah gak karuan.

Sampe rumah, gw istirahat. Selang 1 jam kemudian setelah gw dan suami sempat tidur karena capek, gw bangun dan ternyata darah yang keluar semakin banyak. Kami putuskan ke UGD sekitar jam 3 sore. Sampai disana suster dan bidan yang lagi jaga ngebersihin darahnya dulu dengan alat yang lumayan bikin sakit rasanya. Setelah itu mereka menghubungi dokter gw dan akhirnya si dokter merekomendasikan Cygest 400mg, obat penguat kandungan yang dimasukkan melalui anus. 30 menit kemudian gw diperbolehkan pulang karena gw juga menolak untuk di rawat inap.

Sampai dirumah ternyata darahnya justru makin banyak. Kali ini benar benar kayak mens. Dan sepanjang hari minggu itu, perut gw sakit gak berhenti berhenti kayak lagi mens. 

8 September 2014. 
Gw terbangun dengan kondisi pembalut yang tidak berubah dari malam sebelum gw tidur. Artinya sepanjang tidur gw gak mengeluarkan darah. Lalu gw simpulkan sepertinya ada hubungan dengan banyak gerak. Sementara itu gw yang sendirian dirumah karena lagi ditinggal nyokap ke Bali dan suami kerja, gw putuskan untuk totally gak gerak. Tiduran aja. Mencoba untuk tidur tapi susah karena banyak pikiran berkecamuk. Kata bidan kemarin, kalau darahnya gak berhenti hari Senin ini gw harus periksa ke dokter. Akhirnya gw putuskan untuk buat appointment dengan dokter kandungan.

Cerita singkat tentang kunjungan gw ke dokter itu udah gw bahas disini. Akhirnya gw dinyatakan keguguran dan gw dikasih resep obat peluruh kandungan yang mengandung misoprostol. 

Obat itu gw minum tanpa ada "peringatan" apapun dari si dokter. Gak perlu nunggu sampe 15 menit, obatnya langsung bereaksi dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di perut gw. Yang muncul setiap 5 menit sekali dan setiap munculnya selama 1 menit. Itu kontraksi yang luar biasa buat gw. Rasanya badan secara fisik dan mental ini hancur karena gw sama sekali susah untuk fokus dan konsentrasi. Beberapa kali gw merasa ada yang keluar dan setelah gw cek, gumpalan gumpalan seperti jaringan dan darah keluar sedikit demi sedikit. 

Ditengah tengah rasa sakit yang luar biasa itu, gw coba searching tentang si obat itu. Dari sini akhirnya gw tau kalau obat ini memang akan menimbulkan kontraksi sedemikian hebatnya. Bedanya dokter yang menangani gw ketika gw dinyatakan gugur sangat kurang banget manusiawinya. Karena andai gw tahu akan sebegitu sakitnya, gw akan menunggu suami pulang kerja dulu baru gw minum obat itu. Dari situ sampai 10 hari kedepannya gw tetap mengkonsumsi obat peluruh kandungan itu sampai habis. Dan selama itu pula gw masih merasakan sakit yang lumayan sama sakitnya dengan pertama kali minum obat itu. Obat yang harusnya gw minum 3 kali sehari itu terpaksa gw buat jadi 1 kali sehari di 3 hari pertama dan gw konsumsi 2 pil sehari seterusnya. Karena satu pil punya jangka efek yang lama sekali, yaitu 6 jam! Jangankan perut, emosi pun sudah gak karuan waktu itu. Kesedihan memuncak begitu kantungnya keluar dan gw nangis lagi. Suami pun yang awalnya kelihatan tegar harus nangis terisak karena kejadian ini.

20 September 2014.
Gw mengunjungi rumah sakit untuk mengecek apakah rahim sudah bersih. Dan ternyata sudah, karena pas di USG sudah ada garis yang kata dokternya adalah garis endometrium (kalo gak salah), yang menunjukkan bahwa rahim sudah dalam keadaan kosong. Dokter menyarankan untuk bisa hamil lagi setelah 3 kali mens.

7 Oktober 2014.
Tanpa didahului dengan rasa sakit pada payudara (mengencang dan sebagainya) dan kram perut sebagai tanda PMS, malam itu saya keluar flek lagi. 

8 Oktober 2014. 
Gw keluar flek lebih banyak lagi di siang hari.

9 Oktober 2014.
Gw positif menstruasi. Masih dengan rasa sakit seperti pada umumnya di hari pertama dan kedua. Yang membedakan adalah gw tidak mengalami PMS dan biasanya menstruasi gw pun tidak didahului dengan flek. Setidaknya gw sudah menstruasi, karena jujur gw penasaran apakah kejadian ini akan sedikit banyak merubah siklus bulanan gw.

Ya kurang lebih seperti itulah ceritanya. 
Barangkali bermanfaat buat kalian :)



1 comments:

  1. sedih bacanya.. ngilunya sampai di perut..
    Semangat y jeng cio..

    ReplyDelete

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see