MENGENAL PENDIDIKAN DI FINLANDIA

Tahu Nokia kan? Tahun Angry Birds dong? Tahu gak darimana asalnya?

FINLANDIA.

Negara yang terletak di Eropa Utara ini termasuk dalam anggota Uni Eropa. Ibu kota nya di Helsinki. Satu hal yang membuat saya tertarik mengenai negara ini ada sistem pendidikannya. Tahu gak sih, kalau Finlandia merupakan negara termaju dalam bidang pendidikannya. Untuk lebih detailnya, silahkan dibaca perbedaannya :

1) Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah ada yang ‘menyekolahkan’ anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anak-anak DIHARUSKAN sudah bisa membaca. Ada tes masuknya. Jadi ingat percakapan ibu-ibu di commuter line yang curhat soal hal ini. Yang stres bukan cuma anaknya. Orang tuanya lebih lagi.
2) Finlandia : sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta mengerjakan pekerjaan rumah DAN tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun cuma sekedar menebalkan garis dan menulis angka.
3) Finlandia : hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka berusia 16 tahun.
Indonesia :like I mentioned before, masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.
4) Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar. Seluruhnya ditempatkan di dalam ruang kelas yang sama.
Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan tingkat intelegensia anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 11-20 kelas B, dst.
5) Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih terhitung pintar.
Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun banyak.
6) Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk ‘professional development’.
Indonesia : para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore non stop. Imagine how tired they are
7) Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di New York, namun jumlah murid yang ditangani jauh lebih sedikit.
Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa terdapat 35 murid, dan 1 guru.
8) Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara. Gratis total.
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan gratis, masih banyak pungutan2 yg harus dibayar siswa kepada sekolah, seperti uang Lab computer, Lab bahasa, dll.
9) Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya oleh pemerintah.
Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak ada bantuan pemerintah kepada semua guru.
10) Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru (sepertinya) diberikan kebebasan mengembangkan metode pengajarannya.
Indonesia : Guru WAJIB mengikuti kurikulum dari pemerintah yang HAMPIR setiap 5 tahun berubah-ubah.
11) Finlandia :yang menjadi guru hanyalah yang merupakan 10 lulusan teratas di universitas.
Indonesia : para lulusan terbaik berprofesi sebagai apa ya? Dokter, pengacara, direktur, investasi dan saham, pegawai Pajak?
12) Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter. Katanya, kalau masuk ruang kelas di Finlandia, trus murid-muridnya ditanya, Siapa yang bercita-cita jadi guru? Seperempat nya akan mengangkat tangan.
Indonesia : Status guru ( apalagi non-pns) masih sering diremehkan, & dianggap pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidup.
sumber disini.

Indonesia memang bukan yang terbaik, tapi bagaimanapun disinilah negara tempat lahir beta. Saya sudah berumur 26 tahun dan mulai dari TK sampai lulus sarjana pun, saya mengenyam bangku pendidikan murni dengan sistem kurikulumnya yang terus menerus berubah. Jadi kita lah saksi hidup dari kurang apik nya sistem pendidikan di Indonesia. Jangankan sistemnya, pendidikan juga belum merata hingga ke pelosok pelosok desa yang jauh dari hingar bingar kota metropolitan. Kalau mau bicara tentang mutu pendidikan di negara kita, bisa kita uraikan satu satu dengan mengungkapkan fakta yang ada mulai dari distribusi guru yang tidak merata, belum lagi setengah dari total guru di Indonesia dikatakan masih belum memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pengajar, mahalnya biaya pendidikan, kesenjangan antara si pintar (dalam akademik) dan si kurang pintar (dalam akademik) masih sangat kental, bahkan salah satu sumber menyatakan bahwa setiap menitnya 4 anak terancam putus sekolah (sumber disini).

Okay, balik lagi ke Finlandia. Negara ini termasuk negara yang mayoritas penduduknya sangat hobby sauna. Masyarakatnya dikenal sangat kutu buku, karenanya bangsa inilah yang paling banyak membaca buku. Kalau Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan karena gugusan pulau pulaunya, maka Finlandia dikenal sebagai negara danau atau Tanah dari 1000 Danau. Paling membuat iri adalah itu dia, negara ini dikenal sebagai negara yang bangsanya high-educated.

Sekarang kan presiden baru sudah terpilih, semoga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat dipilih sebaik-baiknya dari kalangan yang memang sangat memperhatikan mutu pendidikan negara ini ya. Salah satunya seperti Anis Baswedan. Siapa yang tidak kenal beliau? Beribu ribu orang kini bahkan bercita cita untuk menjadi relawan sebagai pengajar muda yang dikenal dengan Indonesia Mengajar. Mungkin ada yang bisa menyebutkan sudah berapa banyak tenaga pengajar yang berhasil dikirimkan untuk memiliki kesempatan langka bertemu dengan adik adik kita yang hebat di luar sana? Anis bahkan menjadi rektor termuda di Universitas Paramadina dan berhasil memasukkan mata kuliah Anti Korupsi sebagai mata kuliah wajib di universitas tersebut. Selain Indonesia Mengajar, Anis juga sudah berjasa dalam didirikannya perpustakan perpustakaan untuk para penerus bangsa kita melalui Indonesia Menyala. Tidak hanya itu, beliau pun menginisiasikan diadakannya Kelas Inspirasi dengan menggerakkan ribuan orang, tidak hanya dari kalangan biasa, bahkan petinggi Bank Mandiri, dan beberapa petinggi dari perusahaan negara lainnya pun pernah ikut serta bahkan kini ikut membantu agar terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif di sekitar lokasi perusahaannya melalui perbaikan perbaikan yang dibutuhkan. Nah, hal baru bagi perusahaan yang giat melaksanakan Corporate Social Responsibility bukan?

Jadi, mungkin Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Finlandia, namun harusnya itu tidak menutup sikap optimis kita bahwa mutu pendidikan di negara ini masih bisa diperbaiki dengan menempatkan menteri yang memahami betul dasar dan fakta pendidikan di negara ini serta tidak segan untuk melakukan benchmark dengan negara negara lain, seperti Finlandia.

Sebagai seorang istri yang nantinya akan menjadi ibu pun ini merupakan pembelajaran bagi saya, namun sebaik baiknya pendidikan di Finlandia, jangan pernah lupa ada pendidikan agama yang juga harus ditanamkan bahkan ketika anak masih dalam kandungan. Finlandia boleh jadi top dalam pendidikan, tapi hanya jika anak sudah memiliki bekal pendidikan agama terlebih dahulu dari rumah, keluarga, dan lingkungan sehari harinya. Strategi paling baik adalah dengan menyaring berbagai informasi mengenai sekolah sebelum anak masuk dan terus memonitoring kegiatan anak dan perkembangan anak selama masa sekolah.

Seperti yang saya kutip dari sumber lain mengenai pendidikan dalam pandangan Islam berikut ini.

Dalam  al-Qur’an surat al-Qashash ayat 77 disebutkan:

21

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.


Manusia tidak dianjurkan oleh Islam hanya mencari pengetahuan yang hanya berorientasi pada urusan akhirat saja. Akan tetapi, manusia diharapkan tidak melupakan pengetahuan tentang urusan dunia. Meskipun kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan dan senda gurau belaka, atau hanyalah sebuah sandiwara raksasa yang diciptakan oleh Tuhan semesta alam. Namun, pada dasarnya manusia diharapkan mampu menjaga keseimbangan dirinya dalam menjalani realita kehidupan ini, termasuk dalam mencari pengetahuan.



0 comments:

Post a Comment

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see