Aldila Aprilia Kusuma

Teman saya sedikit.Saking sedikitnya sampai bisa dihitung pakai jari.Jari tangan.Itupun masih bersisa.Sedikit sekali.Beda seperti teman dekat saya kebanyakan.Mereka punya teman main dimana mana.Dari jaman SMA sampai jaman kuliah.Saya punya sih beberapa.Tapi,tetap saja.Saya merasa sedikit.Sedikit sekali.Tapi,anehnya saya merasa cukup.Sangat cukup.

Saya menyadari saya ini agak sulit untuk dekat dengan teman2.Karena saya minder.Minder saya gak bisa jadi teman baik mereka.Saya rasa teman baik itu teman yang bisa mengingatkan mereka kalau mereka berbuat salah,yang berani berkata jujur jika memang mereka terlihat jelek,yang berani bilang A tanpa harus menyebut B terlebih dahulu,dan sebagainya.Saya kemudian menjadi takut.Takut saya justru menjadi teman yang tidak baik buat mereka.Karena itu,saya banyak memilih.Mereka yang jujur,mereka yang tahu dan menerima saya,dan mereka yang tulus.

Diantara beberapa itulah,saya mengenal perempuan bernama Aldila Aprilia Kusuma di tahun 2012 lalu.Pertemuan yang dijembatani oleh Odi.Saat itu saya sedang mengalami masa sulit dalam hubungan saya dengan Teo.Kami berpisah beberapa waktu.Saya tidak banyak bercerita tentang Teo kepada semua orang.Tapi saya mengenal Odi justru dari Teo.Dan ketika itu Odi pun pernah mengalami masa sulit dengan pasangannya saat itu.Kami jadi sering bertukar cerita.Tidak,ini tidak akan menjadi kisah cinta segitiga antara saya,Teo dan Odi.

Singkat cerita,saya justru lebih dekat dengan Lia ketimbang Odi.Buat saya Lia spesial.Spesial dengan karakternya.Lembut tapi tegas.Baik tapi bersikap.Feminim tapi maskulin.Hihi.Saya itu gak pernah punya adik.Makanya waktu ponakan saya lahir saya merasa seperti anak saya sendiri (gak punya adik tapi pingin punya anak).Nah karena saya cuma punya abang itupun rasanya seperti anak semata wayang,saya mengagumi karakter Lia.Dia anak sulung dari 4 bersaudara.Memimpin satu adik perempuan dan 2 adik laki laki menjadikannya berpola pikir logis seperti lelaki kebanyakan.Logis tapi manis.Hihi.Jauh dari mama dekat dengan papa dan berteman dengan banyak orang.Saya tidak sering berjumpa dengannya sebenarnya.Hanya beberapa waktu.Tapi semua sangat berkesan.Dia pendengar yang baik.Saya selalu menyukai para pendengar yang baik.Dan saya suka caranya menatap saya ketika saya bercerita.Dia menyimak.Dia mencerna.Persis seperti Wuri,Stany,Anny dan beberapa teman yang sangat sedikit yang saya bicarakan tadi.

Tidak saya sangka,seminggu lagi mereka menikah.Lia dan Odi.Odi dan Lia.Padahal saya mendengar Odi menyebut namanya ketika mereka bahkan belum berpacaran.Sekarang mereka sudah dekat sekali dengan pernikahan itu.Bahagia sekali rasanya.Odi adalah pria yang sempurna untuk Lia.Lega adalah mengetahui sahabatmu menikah dengan orang yang tepat.Doa ini selalu mengiringi langkahmu sahabat.Berjalanlah yang anggun di pelaminan nanti.Tersenyumlah yang lebar di hari besar mu nanti.Jangan bersedih hanya karena kamu harus meninggalkan Jakarta dan meninggalkan pekerjaanmu.Sesungguhnya Allah telah merangkai ceritamu jauh sebelum kamu berada disini sekarang.Dia sudah mengaturnya.Syukuri saja.Pernikahamu dan suami mu tidak sebanding dengan apa yang kamu kejar disini.Yang ikhlas ya sayang.Kamu itu berkualitas.Bukan hal yang sulit mencari pekerjaan baru di Bandung nanti.Dan sesungguhnya,menuruti suami adalah ibadah.

Selamat malam Lia.Sampai jumpa minggu depan di hari besarmu nanti.Yang sehat,yang bercahaya.



0 comments:

Post a Comment

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see