PASSION yang DIUANGKAN

Oke oke, malem malem bahas soal passion asik juga kayaknya.
Meski selalu ngerasa skak mat tiap kali ada yang nanya "passion lu apa cin?"
Pengen banget jawab "makan french fries bleh".
Tapi apa iya passion gue makan kentang goreng?
Kurang berkelas gitu kedengarannya.
Andai bisa jawab dengan gagah "sosial dan lingkungan, apapun yang berhubungan dengan membantu sesama atau menyelamatkan bumi ini gue akan jadi garda terdepan sebagai pelakunya".
Atau "desain, gue suka mendesain baju baju gue sendiri dan beli bahan sendiri dan mempercayakannya ke tukang jahit langganan gue, mungkin nantinya gue mau buka butik gitu".
Serius. Andai bisa jawab begitu.

Tapi empati beda sama passion.
Selalu pengen berbuat untuk lingkungan tanpa ada action, sama seperti simpati tanpa empati.
Selalu bermimpi bisa bikin model baju sendiri tanpa menyisihkan sebagian uang buat beli bahan atau at least mencoret-coret kertas buat gambar ala kadarnya juga sama aja bohong.
Tapi setelah membaca buku ULTIMATE U nya Rene, gue setuju banget sama definisi passion dimana dia bilang passion itu ada disekitar kita bray.
Gak jauh dari kita.
Cuma kita nya aja gak nyadar.
Katanya passion itu yang bisa bikin lu ngabisin waktu berjam-jam tanpa henti hanya untuk mengerjakannya.
Dan, yang TANPA BAYARAN!

Oke, berangkat dari kamus Rene itu, gue mulai memikirkan, jadi apa yang bisa bikin gue anteng tanpa bayaran berjam-jam?
Tidur?
Kentang goreng?
Jolly time?
Udang mayonaise?
Gak mungkin.
AHA.
I got it now!!
Gue suka bangeeeeet sama photo editing.
Meski kemampuan gue setara sama anak SMP yang baru install Adobe Photoshop.
Tapi gue suka banget sama aktivitas yang satu ini.
Buat gue photo editing itu bukan dengan niat menipu atau apa.
Tapi memperkaya warna.
Memperkaya bentuk.
Memperkaya rasa.
Meskipun keinginan untuk belajar serius tentang photo editing itu masih ngegumpal doang.
Tapi seriously, itu yang bikin gue manteng laptop berjam-jam meski gak mandi, meski gak gosok gigi, meski gak nyuci muka. Terus gue ngerasa, terus lu udah ngerasa oke gitu sist?
Gak juga sih. Tapi at least, bener kata Rene bilang dibukunya "Passion is not what you are best at, but what you enjoy the most". Kurang lebih maksudnya itu.

And this is what I enjoy the MOST.
Meskipun suka sedih kalau denger temen yang nangkep hal ini dengan dangkal, seperti "ih foto lu editan semua ya?gak ada yang asli?" rasanya pengen jejelin mereka pake mouse!
Bukan begitu wahai haters. Gue cuma suka aja, That's it. So shut the hell up.

Oia, spesialisasi gue hanya di warna. Bukan di bentuk. Apalagi di seni nya.
Yang suka kalian liat misal di kaskus gitu. Itu sih udah tingkat dewa.
Gue mah baru tingkat cengceremen. Tapi emang gue cuma suka bermain dengan warna aja. Lha wong bisanya cuma ngubah warna. Haha. Dan lumayan juga, sebagai cewe gue ngerasa dianugerahi perasaan yang peka. Jadi bermain warna sangat mengasyikkan.

Di bukunya Rene juga gue baca kalau sudah saatnya anda meng-UANG-kan passion anda.
Menarik bukan. Gue sih gak ngerti. Yang jelas gak pernah terbesit sekalipun bakal kerja di perusahaan dan masuk dalam tim creative. Sama sekali enggak. Takut di bully gue.
So far passion gue ini gue manfaatkan dalam menyusun hal-hal kecil di pekerjaan yang mungkin membutuhkan sesuatu yang agak berbeda. Misalnya membuat bahan presentasi di power point.
Meskipun setelah gue liat karya karya power poin gue dulu agak norak dan kampungan, tapi selera itu memang nyata bisa berubah. Dan seiring dengan perubahannya itu gue juga mulai menemukan jati diri gue.
Tapi gak apa apa, WE ARE EVER BEING ALAY ONCE IN LIFE, SO DOES AGNES MONICA. Perkara Agnes gue udah pernah bahas sebelumnya di post gue. Maksud gue juga, sekarang gue sedikit udah ngeh lah kalo dulu gue alay. Perubahan tho. Positif tho.

Nah soal passion atau apapun yang terjadi di hidup gue selalu gue kaitkan dengan sing-duwe-urip alias Tuhan Yang Maha Esa. Siapa sangka sih, gue yang demen photo editing ini ketemu sama Teo, cowo yang gue pacarin hampir satu dekade ini yang ternyata hobi sama dunia fotografi? God put him in my life on purpose. Dan kadang gue berfikir, mungkin tanpa Teo, gue gak akan senyaman ini melakukan hal-hal yang gue sukai. Jadilah dia yang moto, gue yang edit. Begitu terus. Coba bayangin kalo gue ketemu cowo yang suka olahraga lempar lembing? Atau ketemu cowo yang suka merakit bom? Idih amit-amit. 

Daaaaaaaaannn............siapa sih yang sangka kalau nama panggilan sayang kami itu bermakna sesuatu di masa mendatang?
It's written dear everyone.
Kisah selanjutnya tentang pencarian passion ini akan gue bahas di post berikutnya.
Mengutip tweet gue tadi malam,
"Selamat tidur dan selamat memimpikan kesuksesan......Selamat pagi dan selamat mewujudkannya menjadi kenyataan"



1 comments:

  1. Thanks Infonya gan jangan lupa VISIT MY BLOG

    http://computereditor.blogspot.com/

    ReplyDelete

 

Self Quote

wherever you stand, stand like a model. whatever you do, do like a pro.

Instagram

Meet The Author

me? oh. I have 3 sides. (1) the quite and sweet side (2) the fun and crazy side (3) the side you never want to see